Cinta-Mu ingin selalu dekat dalam hatiku, cintanya adalah inspirasi yang bertaut dalam fitrah-Mu... Padang pasir duniawi menjerluskan kakiku melangkah di pasir yang berbutir mempesona. Ya ILAHI, bantulah daku bangkit dari lompang dan cela dunia ini. Bersama cinta-Mu dan cintanya agar ia menjadi bagai benteng kekuatan menghunus di lembah pasir yang kelam dan dalam..Pimpinlah kami dalam kalimah LAILAHAILLAH di akhir pengembaraan ini. Amein.


Jan 7, 2008
"usah menjangkakan masa depan,kerana masa depan adlah milik TUHAN". Hadapilah hari-hari mendatang dengan senyuman, segunung usaha serta tawakal, redholah atas segala yang Allah berikan kerna itulah yg terbaik.....,senyumlah dgn nikmat Tuhan."

Renungkanlah sebuah kisah ini dengan mendalam, moga ada senyuman terukir selepas itu......

 

"Berhentilah menjadi gelas"

 

Seorang guru sufi mendatangi seorang anak muridnya, ketika wajahnya belakangan ini selalu nampak murung dan bersedih. "Kenapa kau selalu bersedih, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah syukurmu?" sang Guru  bertanya.

 

"Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah, sukar rasanya bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya," jawab sang murid muda.

 Sang Guru terkekeh. "Nak, ambil segelas air dan dua gengam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu."

 

 

Si murid pun beranjak, perlahan-lahan dengan lemah longlai. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.

 Cuba ambil segengam garam, dan masukkan ke dalam segelas air itu," kata Sang Guru. "Setelah itu cuba kau minum airnya sedikit."

 

Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis dan berkerut kerana meminum air asin. "Bagaimana rasanya?" tanya Sang Guru. "masin dan perutku terasa loya dan mual", jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.

 Sang Guru senyum terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis kerana kemanisan.

 

 "Sekarang mari kau ikut aku." Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka. "Ambil garam yang ada berbaki itu , dan tebarkan ke danau. Si murid menebarkan segengam garam yang berbaki  ke danau, tanpa sepatah kata. Rasa masin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa masin dari mulutnya tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan mursyid, begitu fikirnya. "Sekarang, cuba kau minum air danau itu,"  kata sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat dipinggir danau.

 

Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya  kepadanya, "Bagaimana rasanya?"

"segar, sungguh segar sekali," kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan belakang tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah.

 

"Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?"

"tidak sama sekali," kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.

 

"Nak," kata sang Guru setelah muridnya selesai minum.

"Segala masalah dalam hidup itu seperti SEGENGAM GARAM. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segengam garam.

 

"Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Tuhan, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-gitu saja, tidak berkurang dan tidak  bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi yang bebas dari penderitaan dan masalah."

 

Si murid terdiam, mendengarkan.

 

"Tapi nak, rasa 'masin' dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya 'qalbu' (hati) yang menampungnya. Jadi nak, supaya tidak merasa menderita, BERHENTILAH MENJADI GELAS. Jadikan qalbu dalam dadamu itu SEBESAR DANAU."

 

 

Hidup memang memerlukan keberanian. Tapi, akan lebih memerlukan ketelitian. Cermati langkahmu,waspadai tindakanmu.

 

Hati-hati saat 'mencelupkan jari' dalam celah kehidupan. Kalau tidak 'rasa pahit'  yang akan kita temukan.


Posted at 09:16 pm by haticahaya
Comment (1)  

Dec 23, 2007
Hati seorang muslimah..Ya Allah,jadikan aku seteguh wanita solehah itu..

KEUNGGULAN MUKMINAH..

Aku ingin menjadi SITI KHADIJAH
menjalin agung sebuah cinta
menafkahkan hartanya fisabilillah
aku ingin sezuhud FATIMAH
akur tanpa jelak setiap perintah
aku mengagumi dan mahukan
gedung ilmu SITI AISHAH
aku ingin menyelami ketabahan SITI HAJAR
menggendong puteranya yang masih merah
di tanah padang pasir yang merekah
bukannya aku ingin menjadi wanita penggoda
fitrah daripada sejarah SITI ZULAIKHA


pun jiwaku ingin sekudus RABIATUL ADAWIYAH
tenggelam asyik dalam kenikmatan ubudiah
biar tersingkap segala hijab
dua cinta takkan bersatu dalam satu hati
lantas ku serah cinta ini
untuk yang MAHA MENGASIHI
pasrahku pada mennah perjuangan
bagai cekalnya hati ZAINAB AL-GHAZALI
terluka, terseksa, terpenjara
terkurung jasadnya di celahan jeriji kaku
teguh istiqamah menjunjung aqidah dakwah
demi islam bukannya menyerah galang-gantinya

atau setidaknya aku mengimpikan
hidup semulia MARYAM JAMEELAH
berteman pena menongkah arus kepayahan
ruh jihad ini perlu disemarakkan
dan biarlah aku yang menyemarakkannya
redhalah aku...redhalah aku
redhalah aku menjadi sayap kiri perjuangan
kan ku teguh menatang serikandi ummah
hanya kerana islam merindui
kemunculan peribadi
mukminah, muslimah, mujahadah
yang rela mati dalam keunggulan iman
terpanggung gagah bagai harumnya pusara
MASYITAH
TIKA ITU ISLAM KAN KU DAULATKAN

 

 

From: http://profiles.friendster.com/sweetfara


Posted at 09:12 pm by haticahaya
Make a comment  

Dec 16, 2007
Jangan tangisi apa yang bukan milikmu..

BismiLLAHir Rahmanir Raheem.
DALAM meniti liku-liku kehidupan ini, kita seringkali berasa kecewa. Kecewa kerana sesuatu yang terlepas dari genggaman tangan, keinginan yang tidak kesampaian, kenyataan yang tidak dapat diterima.. dan akhirnya ia mengakibatkan sesuatu yang mengganggu jiwa dan perasaan.

Hidup ini ibarat sebuah belantara. Tempat kita mengejar segala keinginan dan sememangnya manusia diciptakanNya mempunyai kehendak dan keinginan. Namun, tidak semua yang kita inginkan akan tercapai, tidak setiap yang kita idamkan mampu menjadi realiti. Dan, bukan sesuatu yang mudah untuk menyedari dan menerima kenyataan bahawa apa yang bukan menjadi milik kita tidak perlu kita tangisi. Ramai orang yang tidak sedar bahawa hidup ini tidak punya satu hukum iaitu kita mesti berjaya, mesti bahagia atau yang lainnya.

Berapa ramai orang yang berjaya tetapi lupa bahawa segalanya adalah pemberian Allah yang Maha Pemurah sehingga kejayaan itu membuatnya sombong dan bertindak mengikut nafsunya. Begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan tenang dan sabar sedangkan dimensi tauhid dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan hak kita.

Apa yang memang menjadi hak kita di dunia, pasti akan Allah tunaikan. Namun apa yang memang bukan milik kita, ia tidak akan mungkin kita miliki, walaupun ia mungkin telah menghampiri kita, walaupun kita telah bermati-matian mengusahakannya. Seorang mukmin tidak akan bersedih ketika ditimpa musibah, malapetaka, dan sebagainya. Tetapi dia bersyukur kepada Allah dan menjadikan musibah itu sebagai peringatan dari Allah terhadap dirinya.

Oleh itu, bila seorang mukmin merasa sedih ketika ditimpa musibah, maka dia bukan mukmin sejati. Sebab, apa pun musibah yang menimpa seorang mukmin, selalu menguntungkan dirinya, sebagaimana sabda Rasulullah dalam sebuah hadis: “Sungguh menakjubkan! Urusan orang mukmin selalu menjadi hal yang menguntungkan bagi dirinya. Dan yang demikian itu hanyalah dialami oleh seorang mukmin.”

Seorang mukmin bila ditimpa kesusahan, dan dia mengingat Allah, dengan jalan itu itulah dia akan memperoleh jalan penyelesaian yang terbaik. Dia tidak merasa tekanan batin dalam bentuk apapun, kerana penderitaan yang paling berat sekalipun, pasti ada jalan penyelesaiannya. Seorang mukmin adalah selalu mengingati Allah dalam keadaan ditimpa penderitaan yang amat sangat sekalipun, baik dengan mengucapkan tasbih, takbir, istighfar, doa mahupun dengan membaca Al-Quran, sehingga membuat jiwanya bersih, bening, perasaannya tenang dan tenteram.

Rasulullah SAW pun bersabda: “Ingat akan Allah adalah penawar kalbu,” diriwayatkan oleh Ad-Dailami oleh Anas.

Maka wahai jiwa yang sedang gundah berduka lara, dengarkan firman Allah SWT; “ Boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kalian. Dan boleh jadi kalian mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian. Allah Maha Mengetahui kalian tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah 216)

Maka setelah ini wahai jiwa, jangan kau hanyut dalam dalam nestapa yang berpanjangan terhadap apa-apa yang terlepas dari genggamanmu, dari dakapanmu. Kita lihat di sekeliling kita, kemudian cerminlah diri sendiri. Andai kita tidak kenal siapa yang ada di dalam cermin itu, mulai hari ini ada baiknya kita mulakan mencari diri sendiri!

Manusia yang mulia adalah yang menyedari dengan sepenuh hati bahawa dia hanyalah hamba, benar-benar hamba, dalam pengertian hamba yang sebenar-benarnya, baik secara teori mahupun praktikal. Dia hanya berfikir bagaimana memberikan yang terbaik bagi kehidupan ini, semata-mata mengharap cintaNya, keredhaanNya, dan lebih dari itu kerana dia mencintai Allah, terpesona kepada keindahan Maha Pencipta, mabuk kepayang dengan ‘kecantikan’ Maha Pemurah.

Andai ternyata keinginannya tidak selari dengan keinginan Allah SWT, ternyata apa yang diharapkannya esok hari tidak menjadi nyata, malah yang terjadi adalah sesuatu yang sebaliknya, maka kita mesti tetap ikhlas! Kita menerima semuanya dengan senyum yang mengembang, dengan redha yang tidak terhitung. Hidupnya hanya untukNya. DIAlah tujuan hidup, sebaik-baik tujuan hidup! Sedang yang lainnya adalah wasilah, alat, bekal, modal untuk mencapai keredhaan Allah SWT.

Maka, jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu! Kerana, ia memang bukan milikmu! Maka, bersihkan hatimu, ikhlaslah.. redha dengan ketentuanNya. Kerana, kita ini adalah sebenar-benar hamba! Moga kita lebih kuat dan dekat kepadaNya.


Posted at 01:29 am by haticahaya
Make a comment  

Nov 22, 2007
bersihkan jiwamu dan tersenyumlah dengan nikmat Allah yang ada disisimu...

Bersihkan jiwamu terlebih dahulu, pasti Tuhan akan membantu…        

Orang yang bersih hatinya
sentiada rendah diri dengan Allah Taala
Sering sahaja baik sangka dengan Tuhannya

Jika mendapat ujian kesusahan
hatinya berkata
" Kerana dosakulah ujian ini datang"
"Tuhan menghukum ku kerana dosaku"
"moga-moga aku terlepas daripada hukuman akhirat yang amat dahsyat"

Kalau ada orang lain yang bernasib baik,
mungkin berpangkat atau kaya
gembira hatinya..
Dia menumpang gembira dengan kegembiraan orang lain…

Sekiranya ada orang yang mendapat kecelakaan
accident, miskin, sakit…
hatinya turut sedih dengan kesedihan orang

Jika dia mendapat nikmat
dia merasa malu dengan Tuhannya
kerana merasa tidak layak menerima nikmat itu
Hatinya merasakan…" Apa maksud Tuhan memberi aku nikmat
untuk aku bersyukur atau kufur?"
Cemas jiwanya,
gembiranya tidak begitu ketara
kerana nikmat itu masih menjadi tanda tanya

Hajat-hajatnya yang tidak didapatkannya
dia redha
sentiasa berbaik sangka dengan Tuhan
Sedikit pun tidak cacat hatinya dengan Allah
kerana dia tahu Tuhan lebih bijaksana mentakdirkan

Bila disusahkan orang,
terus teringat dosanya
"Kerana dosakulah
aku disusahkan."
Dia tidak berdendam
bahkan mendoakan orang itu,
dengan kebaikan…

Nikmat Tuhan disyukurinya
pemberian dan pertolongan orang
diingati dan dibalasinya

Hatinya sentiasa cemas
kematian di depan mata,
bila-bila masa boleh tiba..

Gelisah dengan dosanya
amal-ibadahnya dilupakan sahaja
kerana dia tidak tahu apakah diterima atau sebaliknya…

Kakinya di dunia
namun hatinya sentiasa dengan Tuhannya
perasaannya sentiasa memikirkan akhirat

Begitulah hati orang yang bersih dengan Tuhan..

 


Posted at 05:36 pm by haticahaya
Make a comment  

Nov 15, 2007
Jangan bersedih....

Jangan Bersedih...

Cinta Rasulullah Menjamin Kebahagiaan
Jangan Bersedih...Redha Dengan Anugerah Allah Membuat Anda Terkaya di Dunia
Jangan Bersedih...Allah Maha Pengampun lagi Maha Penerima Taubat serta Rahmatnya Maha Luas

Jangan Bersedih...Semata-mata Kerana Anda Berbeza dengan Orang lain
Jangan Bersedih...Bila Disakiti, Dicela, Direndahkan atau Dizalimi

Jangan Bersedih Sesungguhnya Setelah Kesusahan Akan Ada Kemudahan
Jangan Bersedih...Kerana Kesedihan Anda akan Membuat Musuh Anda Gembira

Jangan Bersedih...Atas Perilaku Manusia Terhadapmu

Tetapi Perhatikanlah Perilaku Mereka Terhadap Allah

Jangan Bersedih...Allah Tidak Akan Mensia-siakan Pengorbananmu

Jangan Bersedih, Dunia ini Terlalu Hina Untuk Ditangisi

Posted at 10:05 pm by haticahaya
Make a comment  

Aug 12, 2007
Cinta kita CINTA PERJUANGAN...

Cinta… apakah itu cinta? Cintakan Allah… cintakan manusia.. cintakan dunia.. cintakan akhirat.. cintakan lelaki.. cintakan wanita… adakah semuanya membawa ke syurga…?

Sebuah cerpen yang begitu bermakna buat diri saya..

 

Cinta Kita... Cinta Perjuangan


 

“Enti menangis..?”
“Untuk apa ana menangis, bukankah akh selalu pesan, jangan menangis kerana manusia.”
“Habis, mata enti berair?”
“Mata ana masuk habuk. Kebelakangan ni, selalu sangat mata ana ni berair.” Aku tersenyum. Alasan ni dah lapuk sebenarnya, seingat aku semasa aku berumur 7 tahun, aku sudah tidak percaya alasan ‘masuk habuk’ yang menyebabkan mata seseorang berair. Filem-filem Melayu yang mengajar aku.
“Ana tahu enti menangis..”

“Tidak…!! Tak faham-faham ke?!” Dia tiba-tiba membentak.
“Oklah.. oklah.. mata enti masuk habuk. Ginilah, kapal terbang akan bertolak besok pukul 7.00 petang. Kalau enti nak hantar pun hantarlah. Kalau tak nak pun, kapal terbang tu tetap akan bertolak. Ana pergi cuma 2 tahun, tak lama..”


 

“Insya-Allah ana akan hantar. Tapi kalau ana tak hantar pun, ana harap akh tidak kecil hati. Ana takut berlalu fitnah. Maklumlah, kita bukannya diikat dengan ikatan yang sah lagi. Sekadar pertunangan…”


 

“Pertunangan bukannya ikatan yang sahkah..?”


 

“Bukan itu maksud ana, namun setidak-tidaknya ia kan boleh putus bila-bila masa sahaja. Sekali dihempas ombak, sekali pantai berubah..”


 

“Pantai berubah kerana ombaklah tunangnya. Cuba jika bulan menjadi gerhana, atau matahari hilang sinarnya, berubahkah pantai?” Aku berfalsafah. Dan memang dia akan selalu kalah kalau beradu bahasa denganku. Temannya yang sering dibawa apabila berjumpa denganku tergelak kecil. Satu sokongan moral untukku.

“Akh punya pasallah. Ana nak pergi. Jumpa lagi besok. Assalamualaikum..” Aku tidak menjawab salamnya. Bukankah menjawab salam dari seorang wanita yang bukan mahram hukumnya makruh?
………………………………………….


 

“Ana tak setuju dengan pandangan ustaz!!” Seorang muslimah bangun membentak. Aii.. ada juga yang berani rupanya.


 

“Bukankah demokrasi telah lama memperdayakan kita? Adakah Rasulullah SAW berjuang untuk mendapatkan kuasa baru dilaksanakan syariah seperti yang terdapat dalam hukum demokrasi..?” Dia berhenti seketika. Mengambil nafas rasanya. Ini baru kali pertama aku melihat dia bangun berucap di khalayak.

“Kalaulah demokrasi boleh gagal di Turki, boleh gagal di Algeria, kenapa tidak di negara kita? Ustaz bercakap terlalu yakin dengan demokrasi. Di mana pula komitmen ustaz terhadap pembinaan tanzim seperti yang diajar oleh Hassan Al-Banna dan Syed Qutb?” Suasana semakin bising. Apabila seorang pembentang kertas kerja seperti aku ditentang di khalayak ramai, ia satu kejanggalan yang ketara. Sekalipun Dewan Badar ini sudah cukup sejuk, namun ia tetap ‘hangat’ pada malam ini.

“Ana rasa ustazah sudah silap faham terhadap pandangan ana. Ana cuma ingin menyatakan, kadang-kadang demokrasi boleh digunakan untuk mendapatkan kuasa selagi mana diizinkan. Ciri demokrasi yang paling ketara ialah pemilihan pemimpin melelaui majoriti. Bukankah Abu Bakar sendiri dipilih melalui majoriti dan bai’ah? Bezanya, bai’ah dahulu dengan tangan, manakala sekarang dengan menggunakan kertas undi. Yang penting, kerelaaan!”

“Baiklah. Cuma ana ingin bertanya, adakah ustaz berpandangan bahawa demokrasi ialah satu-satunya cara untuk memastikan kedaulatan Islam di bumi kita?”

“Hmmm.. sehingga sekarang, ya. Kita masih boleh bergerak bebas, gunakanlah ruang yang ada sekadar yang termampu.”

“Maaflah ustaz. Ana tidak mampu untuk bersetuju dengan pandangan ustaz.” Dia menamatkan ‘soalannya’ lalu mengambil tempatnya kembali. Aku terkasima sendirian.
……………………………………….

“Kau kenal dia Abdullah?” Aku memulakan pertanyaan yang sekian lama tertanam di dalam benakku. Abdullah berhenti menyuap nasi, memaku matanya ke wajahku. Sekarang aku nekad, sekurang-kurangnya aku harus mengenali orang yang begitu berani menongkah pendapatku di tengah khalayak. Suasana di restoran sup tulang yang biasanya sibuk dengan pelanggan malam ini nampaknya begitu lengang seolah-olah memberikan ruang yang cukup untukku berbicara dari hati ke hati dengan Abdullah.


 

“Ini kali pertama kau bertanyakan soalan kepadaku tentang perempuan. Hai, sudah kau jualkah prinsip kau selama ini. Kau kan tak mahu menjadi hamba cinta?!” Memang hebat Abdullah kalau diberikan peluang untuk menyindir. Mungkin dia terlupa bahawa dia hanya menumpang keretaku untuk datang ke sini atau dia sudah bersedia untuk balik dengan hanya berjalan kaki.


 

“Jawab soalan aku dulu..”

“Rupa-rupanya, manusia berhati batu macam kau pun tahu erti cinta…” Abdullah belum puas lagi menyindir nampaknya.


 

“Jawab soalan aku dulu..” Aku memohon untuk kali kedua.

“Baiklah Muhammad, aku tahu sejak malam tu kau sebenarnya ingin mengenali dia. Orang seperti kau ni Muhammad hanya akan ‘kalah’ dengan kaum yang spesis dengan kau saja. Maksud aku, yang boleh diajak berbincang tentang perkara-perkara yang kau minati yang kebanyakannya adalah membosankan!”


 

“Jawab soalan aku dulu..” Aku ulangi permintaanku untuk kali seterusnya.


 

“Ok.. dia, namanya kau sudah tahu. Seorang yang pendiam dan suka menulis. Menurut kakakku yang sebilik dengannya, dia ni sering bangun awal. Sebelum pukul 5 sudah di atas tikar sejadah. Bukan macam… "

“Aku? Hai.. kau ni silap tuju. Kau yang bangun lewat Abdullah.. ok, teruskan.”


 

“Kalau kat asrama, dia ni suka baca Al-Quran, tak suka bersembang kosong, tak suka jalan-jalan dan banyak lagi yang dia tak suka..” Abdullah dengan selamba menceritakan segala-galanya.


 

‘Lagi.. negatifnya?”

“Negatifnya.. banyak..” Abdullah tersenyum sejenak. Lalu menyambung,

“Negatifnya.. pelajaran dia agak sederhana. Tapi bagi aku, itu tidak menjadi masalah. Cuma.. aku tak pasti adakah kau akan setuju dengannya jika aku menyatakan sesuatu.”

“Apa dia..? Negatifkah?”

“Tidaklah negatif sangat, namun bertentang dengan aliranmu. Dia terlibat dengan satu pergerakan… rahsia! Maksud aku, pergerakan yang memperjuangkan sesuatu yang tidak selari dengan undang-undang demokrasi.”

“Gerakan militankah?”

“Mungkin, namun aku tak pasti. Sebab aktiviti mereka terlalu rahsia. Kau mungkin maklum, manhaj mereka berasaskan semangat ‘hazar’ yang dididik oleh gerakan Ikhwanul-Muslimin. Ketaatan mereka kepada amir mereka melebihi ketaatan mereka kepada sesiapa saja.. termasuklah ibubapa mereka sendiri!!”

“Sampai begitu sekali.. matlamat mereka?”

“Sama macam kau, memperjuangkan Islam! Tapi mereka lebih praktikal. Mereka dilatih dengan marhalah-marhalah tarbiyyah mereka sendiri. Dan mereka menyintai syahid. Tidak macam kita rasanya, kita bercakap tentang Islam, tapi kita berehat lebih banyak dari bekerja! Dan kau jangan terkejut kalau mereka sebenarnya mempunyai hunungan dengan rangkaian peringkat nasional malah antarabangsa termasuk gerakan Hamas dan Briged Aqsa di Palestin!

“Kalaulah.. aku memilihnya menjadi teman hidupku, adakah ketaatannya kepada jemaahnya melebihi ketaatan kepadaku sebagai suami?” Aku mengutarakan soalan bonus untuk Abdullah.

“Aku pasti, dia akan memenuhi tanggungjawab sebagai isteri dan ibu. Namun kalau kau harap dia akan memecahkan rahsia gerakannya dan menderhakai bai’ahnya kepada jemaah, lebih baik kau bercinta dengan bulan sahaja!”
………………………………………….

Aku tidak tahu kenapa aku harus memilih dia. Dia bukanlah yang tercantik di bumi ini. Aku pasti. Tidak juga yang terkaya. Jauh sekali dari yang terbijak di dalam pelajaran. Namun aku yakin, dia yang terbaik untukku. Ciri-ciri muslimah sejati terserlah ketara pada dirinya yang membuatkan diriku terasa tenang sekali apabila memandangnya. Langkahnya yang teratur dan pandangannya yang dijaga adalah benih-benih keimanan yang terserlah dari hati yang dididik dengan ketaqwaan. Tapi persoalan yang dibangkitkan oleh Abdullah membuatkan aku termenung sejenak. Bolehkah aku hidup dengan orang yang berlainan aliran perjuangannya denganku. Bahagiakah aku?

“Ustaz sudah fikirkan masak-masak..?”

“Bukan setakat masak, ana rasa sudahpun rentung. Cuma bagi pihak ustazah, adakah ustazah setuju menerima ana. Maksud ana, dengan segala kekurangan yang ana miliki.

“Ustaz orang famous. Siapalah ana. Ana rasa tak layak sebenarnya.” Dia merendahkan diri namun dalam intonasi suara yang masih terkawal.

“Ini bukan soal famous atau tidak. Sekurang-kurangnya, sebelum ana ke bumi ambiya’ ana sudah mempunyai ‘ikatan’ di sini. Dan ana memilih ustazah yang ana yakini boleh menjadi ibu kepada anak-anak ana nanti.” Aku berterus-terang. Dari mana datangnya kekuatan untuk berbuat demikianpun aku tidak tahu.

“Ustaz tidak main-mainkan ana?”

“Hanya orang yang tidak ada perasaan sahaja yang sanggup main-mainkan perasaan orang lain.”

“Jemputlah ke rumah, jumpa dengan ibu ayah ana..” Dia terus mematikan talian telefon. Pantas dan cepat. Kak Yang yang aku tugaskan untuk menjadi ‘perisik’ku memang sudah memberikan amaran kepadaku, orang ini jarang sekali bergayut di telefon apatah lagi dengan lelaki bukan mahramnya.
………………………………………….

Sudah lima bulan aku di bumi ambiya’, suasana pembelajaran di sini jauh lebih mencabar dari yang kuperolehi di bumi Malaysia. Benarlah kata orang, bumi ambiya’ ini mengajar kita berdikari. Hilang seketika soal cinta dari benak fikiranku. Namun kekadang bayangannya tetap mendatangi ruang mata terutama ketika aku merebahkan badan. Namun seperti yang sering kutegaskan padanya..

“Mungkin cinta ana pada enti sudah cukup besar, namun cinta ana pada ilmu dan juga kepada Allah jauh lebih besar..” dan dia akan terus menyambung,

“Mungkin ketaatan ana pada akh cukup dituntut, namun ketaatan ana pada perjuangan dan jemaah lebih-lebih lagi dituntut..”
Dan biasanya aku akan ‘cemburu’ dengan kata-katanya. Namun akan terus kubisikkan kepada diriku, bukankah dia taat kepada perjuangan dan kenapa aku harus cemburu. Dia juga berjuang dan perjuangannya juga kerana Allah. Cuma, apa yang menjadi rahsia ialah langkah-langkah pergerakannya yang sehingga kini masih menjadi misteri bagiku.

Hari itu, selepas menadah kitab Al-Umm dengan seorang senior di Rumah Melayu, aku bergegas ke Ciber Café yang menjadi rumah ‘kedua’ku. Ku buka laman web Utusan Online, satu tajuk berita yang cukup menarik perhatianku,

“SEORANG WANITA MALAYSIA TERLIBAT DALAM SERANGAN BERANI MATI DI TEL AVIV’

Ku tinggalkan seketika pelayar web tersebut apabila satu lagi pelayar web menunjukkan mesej :
“you have 1 unread message’ namun jangkaanku meleset apabila inboxku hanya dihiasi dengan e-mail dari Abdullah dan bukan dari si dia yang kunanti-nantikan.

“Muhammad, kau apa khabar? Muhammad, aku ada satu khabar penting. Aku harap kau tidak terkejut. ‘Dia’ yang kau amanahkan padaku untuk ‘tengok-tengok’ telah diperintahkan bersama-sama kawan-kawannya untuk ke Palestin membantu Gerakan Briged Aqsa melakukan serangan istisyhadiah ke atas Israel. Ini kerana rakyat Malaysia yang memasuki Israel tidak akan disyaki apa-apa kerana dianggap sebagai pelancong. Muhammad, kau lihat tajuk berita hari ini, wanita yang terkorban dalam serangan istisyadiah itu ialah ‘dia’, tunang kau yang kau perintahkan untukku menjaganya. Maafkan aku Muhammad..!!”

Serta merta ku teringat panggilan telefon darinya beberapa hari yang lepas,

“Akh, kalaupun cinta kita tidak bertaut di dunia, biarlah ia bertaut di syurga. Kerana cinta kita ialah cinta perjuangan..!!”

Seterusnya, aku rebah dari kerusi dan kudapati alam di sekelilingku gelap gelita!

-TAMAT-
Pengarang cerpen ini sedang bermukim di http://www.ahmadfadhli.com/

Posted at 07:03 pm by haticahaya
Make a comment  

Jun 7, 2007
"Wahai diriku...tenangkanlah hatimu..."

PERINGATAN BUAT DIRIKU DAN DIRIMU

Diriku,
Dalam rancak kau menyiram taman hati insan lain,
Kau terlupa membaja taman hatimu sendiri,
Agar ia sentiasa segar dalam hubungan dengan Allah,
Tersentuh dengan daulatNya,
Merasa terpikul amanah ad-Deen ini..

Diriku…
Seringkah kau mencari jalan
Agar hatimu sentiasa lembut halus sentuhanNya
Agar sentiasa sedar akan keagunganNya
Insafi kekerdilan, kelemahan, kealpaan, dan kesilapan dirimu..?
Ketahuilah diriku,Hatimu itu keras, khusyukmu kurang
Syukur dan redhamu tidak banyak kau hadiahkan padaNya
Terlalu banyak kurang dan salahmu..

Diriku..
Tunaikankanlah solatmu dalam khusyuk dan tenang
Muhasabahlah dirimu kala sunyi,
Selamilah kalam-kalam al-Quran yang kau perjuangkan
Padanya ada bekalan
Untuk kau terus menongkah bahtera perjuangan ini

Diriku…
Pada nawafil dan amalan sunat
Ada jalan yang hampir utkmu berkasih sayang dengan Tuhanmu
Pada qiamullail di keheningan malam
Bersama bisikan doa dan munajatmu
Diiring esak airmata keinsafan dan keikhlasan
Kau akan temui kemanisan taqarrub di bawah duli kebesaranNya
Di situ ada bekalnya..
Lazimilah awal harimu dengan al-Ma'thurat
Pasti kau akan mengenali dirimu sebagai daie

Diriku..
Pada tawadhuk, pada ukhwafillah, pada infaq fisabilillah
Pada uzlah muhasabah diri, pada zikir dan selawat
Ada ketenangan dan kekuatan

Diriku..
Amanahlah kau di hadapan manusia
Kerana kedaulatan
TuhanmuNamun rasailah kekerdilan dirimu
Di hadapan kudrat dan iradatNya
PASAKKAN KEYAKINAN UNTUK SATU PERUBAHAN


Posted at 06:57 pm by haticahaya
Make a comment  

Jun 5, 2007
"hidup bertunang mati..........."

TANDA 100 HARI SEBELUM HARI MATI


Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hambanya dan hanya
akan disedari oleh mereka yang dikehendakinya. Walaubagaimanapun
semua orang Islam akan mendapat tanda ini cuma samada mereka sedar
atau tidak sahaja. Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu Asar
.
Seluruh tubuh iaitu dari hujung rambut sehingga ke hujung kaki akan
mengalami getaran atau seakan-akan mengigil. Contohnya seperti daging
lembu yang baru saja disembelih dimana jika diperhatikan dengan
teliti kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar.
Tanda ini rasanya lazat dan bagi mereka yang sedar dan berdetik di
hati bahawa mungkin ini adalah tanda mati maka getaran ini akan
berhenti dan hilang setelah kita sedar akan kehadiran tanda ini.
Bagi mereka yang tidak diberi kesedaran atau mereka yang hanyut
dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan
lenyap begitu sahaja tanpa sebarang munafaat.
Bagi yang sedar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang
terbaik untuk memunafaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri
dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah
mati.


TANDA 40 HARI
Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu Asar. Bahagian pusat kita
akan berdenyut-denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita
akan gugur dari pokok yang letaknya di atas Arash Allah SWT.
Maka Malaikat Maut akan mengambil daun tersebut dan mula membuat
persediaannya ke atas kita, antaranya ialah ia akan mula mengikuti
kita sepanjang masa. Akan terjadi Malaikat Maut ini akan
memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka
yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika.
Adapun Malaikat Maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk
mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan
dicabutnya.

TANDA 7 HARI
Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan
musibah kesakitan di mana orang sakit yang tidak makan secara
tiba-tiba ianya berselera untuk makan.

TANDA 3 HARI
Pada ketika ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita
iaitu diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat dikesan maka
berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandungi
banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan
memandikan kita nanti.
Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi
orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan jatuh dan ini dapat
dikesan jika kita melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu
dimana bahagian hujungnya akan beransur-ansur masuk ke dalam.
Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan
sukar ditegakkan.

TANDA 1 HARI
Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu
denyutan di sebelah belakang iaitu di kawasan ubun-ubun di mana ini
menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan
harinya.

TANDA AKHIR
Akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan sejuk
di bahagian pusat dan ianya akan turun ke pinggang dan seterusnya
akan naik ke bahagian halkum.
Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah syahadah dan berdiam
diri dan menantikan kedatangan malaikatmaut untuk menjemput kita
kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang
akan mematikan pula.

Posted at 05:59 pm by haticahaya
Make a comment  

Jun 4, 2007
"Hidup ini umpama daun,jika tidak hari ini, esok pasti kan gugur.."

Jihad seorang Wanita

Apabila disebut perkataan 'jihad', apakah yang terlintas di dalam
fikiran kita? Serta-merta tergambar kesungguhan berkorban yang akan
menimbulkan semangat berjuang hingga ke titisan darah yang terakhir!
Semangat ini memang baik dan perlu dipupuk bertepatan dengan ketetapan
Islam serta kehendak Allah SWT.

Hakikat Jihad

Definisi jihad menurut syara' ialah seorang muslim menyerahkan
tenaganya untuk mempertahan dan menyebarkan Islam bagi mencapai
keredaaan Allah. Dari sini nanti akan terbentuk sebuah masyarakat
Islam dan seterusnya akan terbina negara Islam yang sihat. Jihad mesti
berterusan hingga ke hari qiamat. Martabat jihad yang paling rendah
ialah jihad di dalam hati dan yang paling tinggi ialah berperang di
atas jalan Allah. Mengorbankan waktu, harta dan kepentingan diri
sendiri demi kebaikan Islam serta ummatnya juga dikira sebagai jihad.
Begitu juga dengan menyeru kearah kebaikan dan mencegah kemungkaran
serta memperjelaskan hakikat keEsaaan Allah juga merupakan sebahagian
daripada jihad.

Bagimanakah kedudukan wanita dalam jihad?

Jawapan kepada persoalan ini mesti benar-benar difahami supaya
sumbangan kita dalam jihad akan menguntungkan Islam. Oleh itu, kita
perlu menyingkap kembali lembaran sejarah Rasulullah SAW untuk
mengambil iktibar tentang persoalan jihad bagi kaum wanita.

Diriwayatkan oleh Al-Bazzar dan Ath-Thabrani, pada suatu hari seorang
wanita bernama Zainab yang bergelar Khatibatin-nisa' (wanita yang
pintar berpidato) datang menemui Rasulullah SAW lalu berkata: "Aku
telah diutus oleh kaum wanita kepada engkau. Jihad yang diwajibkan
oleh Allah ke atas kaum lelaki itu, jika mereka luka parah, mereka
mendapat pahala. Dan jika mereka gugur
pula, mereka hidup disisi Tuhan
mereka dengan mendapat rezeki. Manakala kami kaum wanita, sering
membantu mereka. Maka apakah
pula balasan kami untuk semua itu?"

Bersabda Rasulullah SAW:

"Sampaikanlah kepada sesiapa yang engkau temui daripada kaum wanita,
bahawasanya taat kepada suami serta mengakui haknya adalah menyamai
pahala orang yang berjihad pada jalan Allah, tetapi adalah sangat
sedikit sekali daripada golongan kamu yang dapat melakukan demikian."

Pada ketika yang lain, Rasulullah SAW pernah ditanya: "Wahai
Rasulullah, perempuan manakah yang baik?"

Baginda menjawab: "Perempuan yang menggembirakan suaminya apabila
sisuami memandangnya, mentaati suami apabila diperintah dan tidak
menyalahi suaminya baik mengenai diri peribadinya, harta kekayaannya
atau dengan apa yang dibenci oleh suaminya."

Pada dasarnya, kaum wanita disamakan dengan kaum lelaki dalam
tanggungjawab agama sama ada mengenai aqidah, ibadah dan muamalah,
kecuali tanggungjawab yang khusus yang sesuai dengan fitrah (nature)
kaum wanita. Begitu juga dengan tanggungjawab jihad yang diwajibkan
kepada kaum lelaki tidak diwajibkan kepada kaum wanita. Seandainya
kaum wanita berupaya pergi bersama-sama kaum lelaki ke
medan
pertempuran, tidaklah ditolak oleh Islam. Bagaimanapun tugas ini hanya
dianggap sebagai sumbangan tambahan.

Kita perlu jelas jihad yang paling utama dan dituntut kepada setiap
wanita ialah taat kepada suami dan mengakui hak suami, manakala jihad
di luar rumah adalah sumbangan tambahan bagi mereka yang berbuat
demikian.

Bagaimanakah pendirian kita?

Kita mesti menyakini bahawa berjihad di barisan hadapan oleh kaum
lelaki manakala jihad kaum wanita sebagai tulang belakang adalah
ketetapan Allah SWT yang Maha Adil, semata-mata demi kemakmuran alam
ini.
Kita perlu memahami firman Allah yang bermaksud:

"Dan orang lelaki dan perempuan (yang beriman) sebahagian mereka
(adalah) penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh
(mengerjakan) yang ma'ruf dan mencegah yang mungkar." (At-Taubah : 71)

"Dan tidak sepatutnya bagi lelaki yang mukmin dan wanita yang mukmin,
apabila Allah dan Rasul-Nya telah menentukan sesuatu ketetapan, akan
ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan sesiapa
yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguh-nya dia telah
sesat dengan kesesatan yang nyata." (Al-Ahzab : 36)

Sekarang sudah tiba masanya untuk kaum wanita menanamkan azam dan
mengumpulkan kekuatan bagi menumpukan diri melaksanakan sepenuhnya
jihad sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Tingkat kekuatan yang utama ialah kekuatan iman. Iman yang kuat dapat
mengekang hawa nafsu yang sentiasa mengganas serta melemahkan
keazaman. Dengan ini, barulah jihad yang ingin kita laksanakan menjadi
kenyataaan.

Firman Allah:

"Adapun yang rasa takut maqam Tuhannya, mencegah diri daripada menurut
hawa nafsu syurgalah tempat kembalinya." (An-Nazi'at : 40-41)

"Apakah kamu mengira bahawa kamu akan dibiarkan (begitu saja) sedang
Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang yang berjihad di antara
kamu dan tidak mengambil wali (teman rapat) yang setia selain Allah,
Rasul-Nya dan orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang
kamu kerjakan." (At-Taubah : 16)

Sudut-sudut jihad wanita

1.. Menjadikan rumahtangga tempat yang bahagia untuk keluarga berkumpul.

2.. Mewujudkan suasana Islam dalam proses pendidikan dan pembesaran
anak-anak.

3.. Menyempurnakan segala urusan rumah tangga menurut syara' dengan
penuh keikhlasan semoga akan beroleh keberkatan.

4.. Mengajak kaum wanita lain memahami prinsip-prinsip Islam dan cara
hidup yang Allah tetapkan.

5.. Memerangi perkara-perkara bid'ah, khurafat serta pemikiran yang
salah dan adab-adab yang buruk yang mengusai wanita masa kini.

6.. Menyertai rancangan kemasyarakatan yang berfaaedah untuk umat
manusia amnya, seperti tadika, menjaga anak-anak yatim, kelab pemudi,
sekolah-sekolah dan bantuan untuk keluarga miskin.

Sebagai kesimpulan, sekali lagi perlu dijelaskan dalam diri kita
bahawa jihad yang utama bagi wanita adalah wajib bagi semua muslimah
dalam batas kemampuan yang telah Allah kurniakan. Manakala jihad
tambahan yang Allah anugerahkan bersama keistimewaan tertentu tidak
boleh membatalkan jihad yang utama. Jihad utama mesti dilaksanakan
dahulu.


Posted at 06:19 pm by haticahaya
Make a comment  

May 20, 2007
"Al-Qusyairi pernah menulis dalam Risalahnya: “Permulaan orang yang bertaubat ialah kesedaran hatinya dari kelalaian dan dia memandang dirinya buruk lagi hina..Seperti sabda Rasulullah SAW yang bermaksud: “Dengarlah nasihat Allah di dalam hati setiap Musl

PESANAN SYED QUTB

 

Saudara!

Seandainya kau tangisi kematianku..

Dan kau siram pusaraku dengan airmatamu..

Maka diatas tulang tulangku,

Yang hancur luluh..

Nyalakanlah obor buat ummat ini..

Dan………………………..

Teruskan perjalanan kegerbang jaya.

 

Saudara!

Kematianku adalah suatu perjalanan..

Mendapatkan kekasih  yang sedang  merindu

Taman-taman disyurga, TUHANku bangga menerimaku,

Burung-burungnya berkicau riang menyambutku..

Bahagialah hidupku di alam abadi…

 

Saudara!

Puaka kegelapan pasti akan hancur..

Dan alam akan disinari fajar lagi..

Biarlah rohku terbang mendapatkan rinduNYA

 

Janganlah gentar berkelana di alam abadi

Nun disana fajar sedang memancar……………………

 

 (ditulis beberapa ketika sebelum menemui SYAHID)

 

 


Posted at 10:06 pm by haticahaya
Make a comment  


Previous Page Next Page



Klik di sini perkhidmatan untuk 'UKhwaH FiLLah'
Portal Ukhwah dot com
I Luv Islam
My Qalam
Halaqah.net
Harun Yahya
“Pelajarilah Ilmu, karena mempelajarinya karena Allah adalah khasyah, Menuntutnya adalah ibadah, mempelajarinya adalah Tasbih, mencarinya adalah Jihad, Mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahui adalah Shadaqah, menyerahkan kepada ahlinya adalah Taqarrub. Ilmu adalah teman dekat dalam kesendirian dan sahabat dalam kesunyian.
(Muadz bin Jabal Radhiyyallahuanhu)
Ana berlatar belakangkan pendidikan Maahad dan mendapat pendidikan peringkat Diploma dan Ijazah dalam bidang Psikologi di IPTA. Seandainya ingin berkongsi pendapat, pandangan,berkongsi masalah, meluahkan perasaan sedih/kecewa/apa saja yang membelenggu fikiran. Tidak tahu kepada siapa ingin diluahkan? Ingin kongsikannya dengan ana?InsyaAllah, dengan izin Allah, anda tidak keseorangan. Allah bersama-sama kita. Sila email@add ana di email:(Email:cahayahati_delima@yahoo.com)


Perasaan ialah garam kehidupan,dengan perasaan manusia merenung,mencari ketenangan dalam pergolakan,kelihatan bahagia dalam sengsara dan jernih masa depan dalam kekeruhan yang ada sekarang. Imbangan nada tinggi,melengking dengan nada rendah mengendur, itulah muzik kehidupan- HAMKA.
"Ya Tuhanku,malam hanya terasa indah apabila berbisik kepada-MU, siang hanya terasa indah apabila mematuhi-Mu. Tiada kelazatan dunia kecuali berzikir kepada-MU. Dan akhirat tidak terasa indah kecuali dengan beroleh kemaafan dari-Mu.Juga syurga tidak terasa indah kecuali dapat melihat-MU
(Bisikan munajat Yahya b. Muaz Ar-Razi)
"Kata-kata yang baik itu adalah sedekah"-(Hadith Nabi)

“Wahai Tuhan,..Alangkah gembiranya daku. Tuhan,?.Engkaulah cita2ku, harapanku, Kasih sayangku, bekalanku dan matlamatku. Engkaulah cahaya hatiku. Engkaulah harapanku. Ya Tuhan,jika bukan kerana-Mu,aku tidak pernah bersusah payah di dunia ini. Betapa banyak pemberian-Mu kepadaku,betapa luas nikmat-Mu untukku. Cinta-Mu,kasih sayang-Mu adalah harapan,kesenangan serta pujianku. Selama hidupku aku tidak mahu lepas dari-Mu. Engkau telah mendarah daging di tubuhku. Alangkah senangnya hatiku,jika aku tahu Engkau telah meredhaiku?
"Tuhanku, tenggelamkanlah diriku kedalam samudera keikhlasan mencintai-Mu,sehingga tidak ada sesuatu yang menyibukkanku kecuali berzikir kepada-Mu?lt;/font>
(Munajat sufi Rabiatul Adawiyah)

<< October 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:




rss feed